Zenvin Stone Art Shop, Toko Kerajinan Pahat Batu Muntilan yang Menjangkau Pasar Mancanegara

TRIBUNNEWS.COM - Seni kerajinan pahat batu menjadi salah satu ikon dan sentra industri di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Di sepanjang Jalan Pemuda Muntilan, banyak toko yang menjajakan beragam hasil kerajinan pahat batu, mulai dari patung batu, relief ukiran batu, umpak, cobek dan ulekan batu, hingga kijing makam.

Salah satu toko itu adalah Zenvin Stone Art Shop, toko kerajinan pahat batu milik Muh. Zaenal. 

Pria 59 tahun itu mulai berkecimpung di dunia patung batu sejak 1994.

Kala itu Zaenal menjadi pemasok patung untuk wilayah Bali, pasar yang dinilainya paling prospektif. 

Sepuluh tahun kemudian, pada 2004, ia membuka usaha sendiri di Muntilan.

"Sejak tahun 1994 (Menekuni usaha patung). Saya supplier Bali, mulai buka usaha di sini (Muntilan) tahun 2004," ungkap Muh Zaenal kepada wartawan Tribunnews, Sabtu (17/1/2026).

Pilihan Zaenal menekuni usaha patung batu bukan tanpa latar. 

Berbeda dengan orang tuanya yang berjualan kue, ia memilih menjajakan seni dan kerajinan pahat batu.

Baca juga:  Viral Patung Macan Putih Kediri, Ini 3 Tugu Maskot Daerah Lain yang Tak Kalah Unik

Ketekunan itu pun berbuah manis. Pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1997 hingga 2008, Zenvin Stone Art Shop mengalami lonjakan pesanan yang signifikan.

“Ramai-ramainya itu sekitar tahun 1997 sampai 2008. Ramai sekali,” katanya.

Saat pesanan membeludak, Zaenal mampu mempekerjakan hingga 12 orang di workshop. 

Selain itu, bapak tiga anak itu juga melibatkan sejumlah pekerja rumahan, dengan sistem pembagian kerja sesuai spesialisasi patung. 

patung 1 z

Patung yang dijual di toko kerajinan pahat batu, Zenvin Stone Art Shop di Muntilan, Magelang, diambil Sabtu (17/1/2026).

Produksi berjalan nyaris tanpa jeda, mengikuti permintaan pasar dalam dan luar negeri.

"Pas ramai-ramainya itu ada 12 orang yang kerja di sini, kalau dari rumah (home industry) itu ada banyak. Kalau dapat orderan, kita bagi, spesialis (patung) ini," kata Zaenal.

Sumber