ALONESIA.COM - Festival Budaya Internasional ke-14 resmi digelar oleh Universitas Islam Madinah di bawah naungan Pangeran Salman bin Sultan bin Abdulaziz dan dibuka oleh Pangeran Saud bin Nahar bin Saud bin Abdulaziz.
Ajang tahunan ini berlangsung pada 29 Maret hingga 6 April 2026 di area gerbang utama kampus, dengan akses gratis untuk publik mulai 30 Maret.
Festival ini menjadi panggung pertemuan budaya global yang menghadirkan mahasiswa dari lebih dari 90 negara. Setiap peserta menampilkan kekayaan tradisi, seni, hingga identitas khas bangsa mereka dalam suasana meriah yang penuh nuansa kebersamaan lintas budaya.
Tak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan lebih dari 400 rangkaian kegiatan ramah keluarga, termasuk zona khusus anak-anak seluas lebih dari 100 meter persegi.
Baca Juga: Indonesia–Arab Saudi Perkuat Sinergi Budaya, Dorong Kolaborasi Global hingga Industri Film
Kegiatan ini menjadikan festival sebagai salah satu agenda budaya terbesar di Madinah sekaligus sarana mempererat hubungan antarbangsa melalui pertukaran budaya.
Salah satu daya tarik utama adalah Paviliun Saudi yang menampilkan identitas nasional serta warisan arsitektur autentik Kerajaan Arab Saudi. Sajian visual dan budaya yang dihadirkan mampu memperkuat komunikasi lintas budaya di tengah keberagaman peserta.
Di sisi lain, Indonesia turut mencuri perhatian lewat stan bertema “Nusantara Bersatu”. Stan ini menghadirkan kekayaan budaya dari berbagai daerah, dengan fokus pada budaya suku Sasak, Melayu, dan Maluku.
Pengunjung disuguhkan beragam aktivitas interaktif seperti pameran kerajinan tangan, permainan tradisional, hingga kuliner khas Nusantara yang menggugah selera.
Baca Juga: Budaya Jadi Identitas Ekonomi, Dedi Mulyadi Dorong Cirebon Bangun Branding Kacirebonan
Menurut Muhammad Irfan Helmy selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Riyadh, partisipasi mahasiswa Indonesia telah dipersiapkan secara matang.
Ia berharap Indonesia mampu menampilkan potensi budaya terbaiknya kepada pengunjung internasional.
Tak hanya itu, berbagai perlombaan dan pertunjukan seni turut memeriahkan stan Indonesia, menjadikannya salah satu destinasi favorit selama festival berlangsung.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia sukses meraih juara umum dengan total hadiah 30.000 riyal Saudi—sebuah capaian yang diharapkan dapat terulang tahun ini.
Melalui festival ini, Universitas Islam Madinah berupaya meningkatkan keterlibatan publik sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya mahasiswa dunia. Nilai toleransi, dialog, dan harmoni pun menjadi pesan utama yang diusung dalam perhelatan budaya berskala internasional ini.***
Sumber