Siap Pameran di Swiss dan Austria, Saatnya Kreator Indonesia Unjuk Gigi di VH AWARD

OLX News – Bagi Anda yang bergerak di bidang industri kreatif—seperti desainer grafis, animator, pembuat video audiovisual, hingga seniman instalasi visual—mendapatkan panggung berskala internasional tentu menjadi impian terbesar. Sayangnya, keterbatasan akses jaringan dan besarnya biaya produksi mandiri sering kali menjadi kendala utama untuk memamerkan hasil pemikiran ke luar negeri.

Kini, sebuah peluang emas berskala global kembali terbuka. Hyundai Motor Group secara resmi telah membuka pendaftaran untuk ajang VH AWARD ke-7. Kompetisi ini berburu karya seni media dari para kreator generasi baru yang mampu mengangkat keunikan sudut pandang, sejarah, maupun persoalan kontemporer seputar wilayah Asia beserta masyarakatnya.

- Advertisement -

pengajuan proposal proyek seni ini sudah dibuka sejak 26 Mei lalu dan akan ditutup pada 21 Juli 2026 mendatang melalui laman resmi penyelenggara.

Didanai Penuh dan Belajar Langsung ke Pakar Seni Austria

Presentasi VH AWARD ke-6 pada Ars Electronica Festival 2025. Gambar milik Ars Electronica. Foto oleh: tom mesic.

Presentasi VH AWARD ke-6 pada Ars Electronica Festival 2025. Gambar milik Ars Electronica. Foto oleh: tom mesic.

Kompetisi ini bukan sekadar urusan memperebutkan piala penghargaan biasa. Bagi para pekerja kreatif matang yang ingin menaikkan nilai portofolio mereka di kancah dunia, skema keuntungan yang ditawarkan oleh Hyundai tergolong sangat luar biasa:

- Advertisement -

  • Bantuan Dana Produksi: Tim kurator dunia akan memilih lima orang finalis terbaik. Masing-masing finalis akan langsung mendapatkan kucuran dana segar untuk merealisasikan ide pembuatan karya audiovisual mereka dari awal hingga selesai.
  • Sekolah Residensi Daring: Kelima finalis akan diikutkan dalam program lokakarya dan kelas khusus (masterclass) yang dikelola langsung oleh Ars Electronica, sebuah lembaga seni media ternama dunia yang berbasis di Linz, Austria.
  • Hadiah Utama Ratusan Juta: Pada bulan Juni 2027 mendatang, satu orang pemenang utama (Grand Prix) akan diumumkan dan berhak membawa pulang dana segar tambahan sebesar USD30.000 (atau sekitar Rp480 juta rupiah) sebagai modal pengembangan karya di masa depan.

DooEun Choi, selaku Art Director dari perwakilan penyelenggara, menjelaskan bahwa pada edisi ketujuh ini pihak panitia juga menambahkan kategori penghargaan baru bernama Honorary Mention. Kategori ini sengaja dihadirkan untuk memberikan apresiasi dan ruang pendanaan yang lebih luas bagi lebih banyak peserta berbakat.

Juri Kelas Dunia dan Jalur Pameran Internasional

Presentasi VH AWARD ke-6 di HEK (House of Electronic Arts). Gambar milik HEK. Foto oleh Franz Wamhof

Presentasi VH AWARD ke-6 di HEK (House of Electronic Arts). Gambar milik HEK. Foto oleh Franz Wamhof

Bobot kredibilitas dari kompetisi ini tercermin dari jajaran dewan juri yang terlibat. Proses penilaian akhir akan dilakukan secara independen oleh para direktur museum dan kurator besar dunia, mulai dari pimpinan Ars Electronica Festival, HEK Swiss, hingga perwakilan dari ArtScience Museum Singapura.

Keuntungan terbesar yang tidak bisa dinilai dengan uang adalah kepastian ruang pameran. Hasil karya dari lima finalis terpilih dipastikan akan dipajang secara langsung di berbagai pusat seni utama dunia, antara lain:

  1. Vision Hall, Yongin, Korea Selatan.
  2. HEK (House of Electronic Arts), Basel, Swiss.
  3. Ars Electronica Festival, Linz, Austria.
  4. Singapore Art Week 2028, Singapura.

Bagi Anda yang sudah bertahun-tahun berkecimpung di industri kreatif lokal dan ingin gagasan seni Anda disaksikan oleh audiens global di Swiss maupun Austria, jendela pendaftaran yang tersisa hingga pertengahan Juli ini merupakan momentum investasi karier yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Sumber