Jakarta – Kehadiran fitur pembuat gambar ( AI image generator ) di ChatGPT dan platform sejenisnya sempat memicu kekhawatiran massal akan hilangnya profesi ilustartor. Namun, di industri kreatif Indonesia, ada kenyataan menarik di lapangan. Sejumlah ilustrator lokal mengaku punya siasat jitu untuk tetap eksis dan survive di jaman sekarang, yaitu dengan memusatkan portofolio dan menargetkan pasar mereka ke platform internasional yang menerapkan kebijakan ketat anti-AI.
Boikot Massal dan sanksi sosial di Pasar Global
Di saat pasar domestik Indonesia yang cenderung memanfaatkan AI demi efisiensi biaya dan kecepatan, komunitas seni global di negara-negara barat justru menunjukkan penolakan yang keras. Penggunaan gambar buatan AI oleh sebuah brand atau proyek komersial sering kali memicu boikot masif dari konsumen karena dinilai tidak etis dan melanggar hak cipta seniman.
Pandangan pasar internasional yang sangat menghargai orisinalitas ini menjadi peluang emas bagi para ilustrator Indonesia yang bergerak di jalur komisi internasional.
“ Bagi kami yang mengandalkan klien dari luar negeri, tidak terlalu takut untuk sama adanya AI. Di sana kan kalau ketahuan pakai, bakal di hujat habis-habisan sama masyarakat di sana” ujar seorang ilustrator lepas asal Indonesia yang aktif menerima proyek commission dari luar negeri.
Akademi & Universitas

Tampilan situs @Vgen yang memuat karya komisi digital saat akses melalui laptop (Foto:Indri Amalia)
Memusatkan Portofolio di VGen, Platform Khusus Non-AI
Untuk menjangkau pasar yang anti-AI tersebut, para ilustrator lokal kini lebih selektif dalam memilih tempat untuk memajang portofolio dan membuka jasa gambar di salah satu platform yang kini sedang naik daun dan menjadi andalan yaitu VGen, khususnya di kalangan ilustrator digital dan seniman 2D (seperti pembuat model VTuber, ilustrator anime, game dan komik). Sejak akhir 2023 hingga masuk ke tahun 2026 ini,VGen (vgen.co) sukses menggeser berbagai platform yang sudah lama untuk kategori jasa gambar (art commission).
Demografi
Vgen dikenal di industri kreatif global karena memiliki aturan yang sangat ketat yaitu melarang keras segala bentuk karya hasil kecerdasan buatan (AI). Platform ini menjadi ruang aman bagi para kreator dan kolektor seni yang mencari keaslian.
Temukan lebih banyak
Bisnis & Industri
Tokoh & Masyarakat
Seni & Hiburan
Dengan memusatkan portofolio dan market mereka diVgen, para ilustrator lokal secara otomatis menyaring calon klien mereka. Klien yang datang ke platform tersebut dipastikan adalah mereka yang bersedia membayar demi kualitas, keaslian, dan aspek legalitas karya seni buatan manusia.
Sentuhan kecil yang Tak bisa ditiru AI
Selain faktor sentimen pasar, para ilustrator memiliki keunggulan teknis yang belum bisa dilakukan oleh ChatGPT maupun AI generator lainnya, diantaranya :
Menembus Pasar Global jadi kunci untuk bertahan
Matematika
Siasat memindahkan fokus pasar ke luar negeri membuktikan bahwa kreativitas manusia tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh mesin. Di bandingkan meratapi perkembangan teknologi, sebagian kreator lokal memilih meningkatkan standar karya agar mampu bersaing di platform global.
Pada akhirnya, ChatGPT dan AI generator lainnya mungkin berhasil merebut pasar kelas bawah yang hanya butuh gambar cepat dan instan. Namun bagi industri yang menghargai nilai seni, proses dan jemari terampil para ilustrator tetap tidak memiliki pengganti.
Sumber