Lewat Tari Mayang Madu, UMLA Perluas Diplomasi Budaya Indonesia di Kuala Lumpur

pwmu.co - Komitmen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dalam menginternasionalkan budaya Indonesia kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Malaysia.

Melalui program ini, dosen dan mahasiswa UMLA memperkenalkan Tari Mayang Madu, tarian tradisional khas Paciran, Lamongan, kepada anak-anak di Sanggar Bimbingan Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Kegiatan PKM Internasional ini dipimpin oleh Dr. Ari Susandi, M.Pd., didampingi Ahmad Ipmawan Kharisma, M.Pd, serta melibatkan mahasiswa UMLA, Dinda Ayu Engelli Putri dan Reifaldy Junior Utomo.

“Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan budaya Indonesia sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur seni tradisi kepada generasi muda di kancah internasional,” kata Ari Susandi, Selasa (13/1/2026).

Fokus utama kegiatan ini adalah pengenalan Tari Mayang Madu, tarian tradisional yang sarat makna filosofis dan lekat dengan nilai-nilai Islam.

Dalam pemaparannya, Ari menjelaskan bahwa Tari Mayang Madu bukan sekadar rangkaian gerak estetis, tetapi juga cerminan adab, kesopanan, dan keindahan budi pekerti masyarakat Lamongan.

“Tari Mayang Madu mengajarkan nilai etika, kesantunan, dan kehalusan sikap. Ini bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga media pendidikan karakter yang sangat relevan, terutama bagi anak-anak,” ujar Ari Susandi saat memberikan pengantar materi,

Menurutnya, seni budaya lokal memiliki kekuatan besar dalam membentuk kepribadian generasi muda, sekaligus menjadi sarana dakwah kultural yang menyentuh dan mudah diterima lintas bangsa.

Proses pengenalan Tari Mayang Madu dilakukan dengan pendekatan yang interaktif dan komunikatif.

Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai sejarah, latar belakang, dan filosofi tarian. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan demonstrasi gerakan tari.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dinda Ayu Engelli Putri bersama Dr. Ari Susandi memperagakan gerakan dasar Tari Mayang Madu secara langsung di hadapan peserta.

Anak-anak Sanggar Bimbingan Kampung Baru kemudian diajak untuk menirukan dan mempraktikkan gerakan-gerakan tersebut dengan pendampingan tim PKM.

Pendekatan praktik langsung ini membuat suasana kegiatan menjadi hidup dan penuh semangat. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap instruksi, sesekali tersenyum dan tertawa saat mencoba menyelaraskan gerak tangan dan langkah kaki.

Tingginya partisipasi dan semangat peserta menjadi indikator keberhasilan kegiatan ini. Hingga akhir sesi, anak-anak mampu memeragakan beberapa gerakan dasar Tari Mayang Madu dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa materi dapat tersampaikan secara efektif melalui metode visual dan praktik langsung.

“Kami sangat senang melihat antusiasme anak-anak. Mereka cepat menangkap gerakan dan memahami makna kesopanan yang ingin disampaikan melalui tarian ini,” ungkap salah seorang anggota tim PKM.

Kegiatan PKM Internasional ini ditutup dengan pesan reflektif tentang pentingnya melestarikan budaya sebagai identitas bangsa.

Tim UMLA berharap nilai-nilai kesantunan, adab, dan etika yang terkandung dalam Tari Mayang Madu dapat diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Lamongan tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di luar negeri, tetapi juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen diplomasi budaya dan pembentuk karakter generasi masa depan. (*)

Sumber