Surabaya (ANTARA) - Seniman asal Kota Malang, Jawa Timur, Yohan Purnomo, meraih juara utama ajang internasional Faber-Castell Colour4Life 2025 melalui karya gambar pensil warna yang mengangkat nilai budaya Nusantara.
Yohan menjadi pemenang setelah karyanya berjudul "Shell of the Cosmos" memperoleh nilai tertinggi dan mengungguli para juara dari tujuh negara Asia Pasifik, yakni Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Jepang, China, India, dan Australia.
Yohan mengatakan ketertarikannya pada dunia menggambar telah tumbuh sejak kecil dan terus berkembang meski tidak menuntaskan pendidikan formal di bidang seni rupa.
“Saya dari kecil memang suka menggambar dan ingin menyampaikan apa yang saya tahu kepada teman-teman yang baru belajar,” kata Yohan saat ditemui wartawan di kantor Faber Castell Surabaya, Selasa.
Sebelum masuk tahap regional Asia Pasifik, karya tersebut juga berhasil bersaing dengan lebih dari 2.000 karya peserta asal Indonesia yang diseleksi secara daring dan luring.
Atas prestasi itu, Yohan berhak memperoleh hadiah utama berupa kunjungan ke kantor pusat Faber-Castell di Stein, Jerman, bersama satu orang pendamping.
Dalam karya tersebut, ia menggambarkan seekor kura-kura yang kembali ke pantai untuk bertelur sebagai simbol keterikatan pada asal-usul.
Ia memadukan motif batik Jawa, ornamen Kalimantan, serta unsur budaya Bali sebagai representasi keberagaman Indonesia.
“Sebagai manusia, kita tidak boleh melupakan warisan budaya yang diturunkan dari leluhur,” ucapnya.
Sementara itu, Product Manager Faber-Castell International Indonesia Vincentia Novianty menilai capaian tersebut membuktikan seniman Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
“Kreativitas bisa lahir dari mana saja dan pencapaian ini patut dibanggakan,” tuturnya.
Sumber