RADARBANYUWANGI.ID – Di sebuah studio sederhana miliknya di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kanvas-kanvas berwarna cerah kerap terhampar di sudut-sudut ruangan.
Di tempat itulah Susiyo merangkai imajinasi, menumpahkan gagasan, sekaligus menegaskan identitasnya sebagai seniman pelukis bergenre pop surealis.
Banyuwangi selama ini dikenal sebagai daerah yang kental dengan adat dan seni tradisi.
Namun, kekayaan budaya tersebut tidak hanya hidup dalam ritual dan pertunjukan, melainkan juga menjelma dalam karya seni kontemporer.
Perjalanan kreatif Susiyo menjadi salah satu bukti bahwa seniman daerah mampu berbicara di panggung global tanpa harus meninggalkan akar lokalnya.
Berkarya dari studio pribadinya di Banyuwangi, Susiyo telah menorehkan prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Karya-karyanya tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga telah dipamerkan di berbagai galeri luar negeri.
Sejumlah negara seperti Filipina hingga Amerika Serikat menjadi saksi bagaimana lukisan-lukisan berkarakter pop surealis itu mendapatkan apresiasi kolektor internasional.
Sebelum dikenal sebagai pelukis, Susiyo mengawali perjalanan kreatifnya dari dunia animasi. Setelah lulus dari SMK, ia sempat bekerja sebagai animator di Bogor.
Pengalaman tersebut menjadi fondasi awal dalam membentuk kepekaan visual dan cara bertuturnya dalam berkarya.
“Saya dulu sehabis SMK sempat bekerja sebagai animator di Bogor, sebelum memutuskan untuk kuliah di ISI Yogyakarta jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV),” ujar Susiyo.
Keputusan melanjutkan pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menjadi titik balik penting dalam perjalanan kariernya.
Lingkungan akademik yang sarat dengan dinamika seni mendorong Susiyo untuk lebih serius menekuni dunia lukis.
Selama menempuh pendidikan, ia aktif bergabung dengan komunitas melukis di kampus.
Sumber